Senin, 02 Juli 2012

Kita namun Dahulu ~

takdir cinta memang tidak pernah diduga & terduga . tidak ada yg bisa menghakimi siapapun untuk tidak merasakan indahnya mencinta & dicinta. Begitu juga seperti halnya hatiku , hatimu, hati kita. 
sungguh ku merasa indah di awalnya . kau datang mengisi & mulai menghiasi hati ini disaat ku terpuruk dalam sebuah pilihan yang rumit. Kau datang dengan membawa harapan indah untukku. Hatiku sedang bimbang dan menyerah akan cinta, namun karena kamu, hatiku jadi berharap banyak padamu . Berharap engkaulah yang dikirmkan TUHAN  untuk mengisi hatiku. 
Ku mulai mencoba untuk membuka hatiku untukmu , memulai untuk mencari keindahan dari dirimu , mencoba untuk membandingkan dirimu dengan dirinya yang terdahulu. lalu kudapatkan semua itu. Disaat itu hatimu memang juga sedang dilanda amarah , kekecawaan & rasa sakit karena pujaan hatimu terdahulu , namun dengan penuh rasa keyakinanmu , kau bisa membuatku yakin untuk bisa membuka hatiku untukmu . 
Dari sebuah awal yang sangat membuatku ragu , akhirnya aku pun meyakinkan hatiku bahwa kaulah hidupku saat itu. Kita mengawali hari bersama & mengakhirinya bersama. Hariku terasa indah saat kau hadir. Meskipun dirimu tak menginginkan orang lain mengetahui tentang kebahagiaan kita, diriku tak mengapa . karena aku yakin pada hatimu. Kuteringat , kau pernah mengirimkan kata-kata indah untukku, "Bahagia itu kita yang ciptain bukan mereka, Mereka ga pernah tau bagaimana kita, kita kan selalu berdua & tidak akan ada yang bisa misahin kita. kita punya dunia kita sendiri & kita punya cara kita sendiri."
Seminggu , tiga minggu & Sebulan kita lalui hari bersama. Bahkan kita berharap selamanya. Hatiku makin berharap padamu .
Namun , entah mengapa Perasaanku , hatiku jadi meragu padamu . sikapmu , perhatianmu seolah hilang , tak seperti dulu. Aku mencoba untuk mengerti , namun hati ini bergejolak tak pasti. 
Bimbang ....
Telinga ini sering mendengar cibiran tentangmu , hati ini terasa bimbang karna sering mendengar nasihat agar aku menjauhimu , namun rasa ini tak goyah . aku tetap mencoba mempertahankanmu. Sulit terasa disaat aku harus membohongi semua orang yang peduli terhadapku. Pedih rasanya membayangkan jika ternyata kamu juga memberikan harapan yang sama pada orang lain selain aku. Sakit rasanya harus mempunyai pikiran buruk terhadapmu . Aku memang belum mengenalmu lebih dekat . Aku tidak tau bagaimana perasaanmu , apa yang kamu lakukan jika sedang atau tidak bersamaku . Aku terus mencoba mengerti , memahami & memberikan perhatian ku padamu , sampai akhirnya ku tahu bahwa kau hanya setengah hati menyayangiku. 
Sakit rasanya, sedih namun aku tegar. Aku adalah orang yang selalu mencoba mengatasi gejolak hatiku. aku jadi berharap kau dapat melepasku secepatnya. Karena aku butuh untuk melupakan rasa ini . 
Kita berakhir ...
Aku bersyukur karena TUHAN menjawab semua doaku . ternyata memang kau bukanlah yang terbaik yang dikirimkan TUHAN untukku. TUHAN sangat baik , karena tak butuh waktu lama untuk mengetahui bagaimana hatimu ke hatiku. Kini aku lega , hatiku dapat bernafas bebas , karena tak ada lagi beban berat  yang aku harus rasakan. 
Terimakasih untuk semua yang kau lakukan untukku . Namamu mungkin akan selalu aku hanturkan dalam setiap doaku , kuberharap agar hatimu bisa belajar arti mencintai dengan tulus.
Dan sekarang tidak ada lagi tenyang kita , yg ada hanya cerita tentang aku diriku , kamu dan dirimu.

Seminggu telah berlalu , semenjak kita memutuskan untuk tak lagi bersama. Tak mudah untukku melupakan kenangan kita. Kenangan manis saat hatimu hatiku menjadi hati kita. Sakit hati ini masih terasa. seminggu yang lalu , kulewati hari dengan berjuang. Berjuang melawan hati ini yang bergejolak, meronta, karna sakit yg kurasa. Rasa yang sangat menyiksaku adalah rasa disaat ku merindukanmu. Tiap hariku bertemu denganmu. sungguh tak sanggup ku melihatmu. Setiap mata ini melihat sosokmu , Hati ini berdegup kencang dan raga ini ingin memelukmu .
Hati ini kacau disaat kamu mempertanyakan sikapku padamu. Sikapku yang seolah menjauhi dirimu. 
Hati ini bimbang disaat kau memintaku untuk tak jauh darimu. Aku tak ingin jauh darimu . Tapi sakit rasanya , jika mata ini terus tertuju padamu, sakit rasanya jika hati ini harus terus berbicara tentangmu , sakit rasanya jika rasa ini harus terus tinggal dihatiku.
Pikiran dan hatiku makin risau dikala ada seseorang yang memberikan hatinya untukku. Seseorang yang aku percaya dia memberikan hatinya secara tulus untukku. Namun aku tak bisa menerimanya. Pedih rasanya harus menyia-nyiakan seseorang yang tulus padaku. Aku tak ingin melukainya, dan aku tak sampai hati menerima hatinya padahal hatiku masih terisi oleh orang lain.
Aku merasa bodoh, karena tak memberikan kesempatan pada hatiku untuk menerima hati seseorang yang tulus padaku.
Ku menangis ... marah... dengan tersendu ku menyalahkan keadaan, kumempertanyakan keadaan. keadaan yang membuatku seperti ini. Ya TUHAN , mengapa seperti ini ..
Ku coba tegar , kucoba mengatasi kesedihanku, kucoba tertawa, tersenyum ikhlas. Aku akan mencoba melupakan rasa ini , walau terkadang ada pertanyaan yang terlintas dibenakku , Mudahkah untuknya melupakan rasanya padaku ?
*entahlah*

Kamu...
Bagaikan angin yang bisa kurasakan hembusannya , tanpa dapat kumelihatnya ..
Kamu...
Bagaikan udara yang kujadikan nafas tanpa dapat kugenggam ..
Kamu...
bagaikan sebuah objek di keramaian dan lensaku hanya bisa tertuju padamu ..

Sudah kulewati hari-hariku tanpamu. Awalnya kuberusaha keras untuk melupakan rasa ini , namun kau selalu hadir di hatiku , kini kuputuskan untuk menikmati saja rasa ini , dan kusimpan rasa ini dihatiku.
Tak pernah kupahami , apa istimewanya dirimu hingga hatiku ini sulit jauh dari bayang-bayang dirimu , namun memang dulu kaulah hidupku. Damai rasanya hatiku ketika ku tahu bahwa rasamu padaku masih seperti dulu. 
Kutersenyum ... namun ku sadar , seberapa besarpun harapku padamu , TUHAN lah yang akan menentukan jalannya untukku. Terlintas memang sesuatu yang tak pasti dibenakku , akankah kau kembali padaku ? . kusadari sesuatu yang pasti , kaulah setitik kenangan manis di hidupku.
Taukah kamu , terkadang ada rasa khawatir dipikiranku , sudah dapatkah kau melupakan rasa sakitmu terhadap pujaan hatimu terdahulu? Masihkah hatimu merasa ingin sendiri menikmati sakit hatimu ? sesungguhnya ingin aku menenangkan hatimu yang resah terhadap semua masalahmu.
Kini antara kau dan aku tejarakkan dengan sebuah hubungan pertemanan, tapi aku cukup bahagia dengan itu . Mulai saat ini , akan aku lepaskan kegalauan hatiku , akan kunikmati saja rasa ini sendiri , biarkan waktu yang menjawab semua pertanyaan - pertanyaan yang ada dibenakku .
Semoga kau mengizinkanku menyimpan rasa ini untukmu . dan semoga ada jalan terbaik untukku , untukmu untuk kita .
24 Mei 2012 ...
Seandainya saja , aku , kamu , masih menjadi kita , mungkin pagi ini seperti biasa akan ku ucapkan selamat pagi , dan make a wish . Make a wish for our relationship , 2nd month ...
Hari ini, tanggal ini ... membawaku teringat kembali akan dirimu. Aku memang sudah tak ingin mengingatmu lagi , namun banyak hal yang sedang terungkap tentang dirimu satupersatu. Entah apa yang ingin TUHAN perlihatkan padaku.
Sesungguhnya bergejolak jiwaku , saat melihatmu sudah tersenyum bahagia bersama orang lain. ingin rasanya waktu itu aku  menyapamu namun Marah , Kecewa dan sedih kurasakan,  aku tersenyum karna ternyata tak butuh waktu lama untukmu melupakanku. Ku ucapkan selamat padamu karna kau telah menemukan penggantiku.
Kau membuatku sadar, untuk apa kuterlalu berlarut - larut dalam bayanganmu. Aku memang tidak akan pernah menemukan seseorang sepertimu. Tapi aku selalu berdoa dan berharap agar aku menemukan seseorang yang sedikit lebih baik darimu. aku akan mencoba membuka hatiku.

Terimakasih ...
Karna dirimu , aku tau rasanya sakit hati
Terimakasih ...
Karna kamu , aku  tau rasanya menjadi seorang yang dijadikan pelarian
Terimakasih ...
karna dirimu , sekarang aku jadi lebih memahami arti pentingnya sahabat-sahabatku
Terimakasih ...
karna dirimu , aku jadi tahu bahwasanya banyak orang-orang yang peduli terhadapku
Terimakasih ...
Jika dirimu masih mengizinkanku untuk menyayangi keluargamu
Terimakasih ...
Karna dirimu telah menghiasi cerita dihidupku
Terimakasih ...
karna dirimu aku mendapatkan pembelajaran & pengalaman yang berharga
Terimakasih ...
Meskipun kau bukan cinta pertamaku , namun kau membekas dihatiku
Terimakasih ...
Karna kau telah menginspirasiku
Terimakasih ...
karna dirimu mau menyayangiku ...
Terimakasih
Semoga kamu bahagia .....