Selasa, 22 Juli 2014
3rd
*terakhir menulis tentang "3rd" pada tanggal 12/12/12 , wktu tu menulisnya masih dalam keadaan galau , dan sekarng aku akan melanjutkan kisahnya*
....
Indahnya cuaca dan sejuknya udara pagi itu membuat ku menarik nafas dalam dan mengeluarkannya perlahan , berharap buruknya suasana hati ini dapat keluar bersamanya. Namun disaat bersamaan pikiranku kembali gundah .
Aku sedang bersamanya pada saat pagi yang cerah kemarin. Tertawa bersama seakan kami pantas melakukannya. Hujan deras dan dinginnya udara sore kemarin membuat aku merasa bahagia berada didekatnya.
Dan lagi ,kekasih resmi mu memang selalu berhasil membuat jarak di antara kita . Dia berhasil membuatmu pergi meninggalkan ku sendiri disaat saat sebahagia ini .
Cukup lama aku terdiam sendiri , berjam jam , mungkin. Sampai disaat lamunanku terbuyarkan oleh nama mu di ponsel ku. Kau meminta maaf , lagi dan untuk kesekian kalinya . Aku hanya bisa tersenyum kecil meskipun luka hati ini makin menyakitkan.
Ini hukaman untukku , ketika aku mendengar kau mengucapkan kata cinta pada kekasih resmi mu padahal tanganmu dan sentuhan lembut kulitmu sedang menggenggam jemari kekasih gelapmu ini , ketika aku harus mengalah demi kau bisa bersamanya sepanjang waktu padahal aku juga membutuhkanmu , dan ketika kita melewati hari bersama dan tatapan kita saling menyiratkan rasa bersalah, semua rasa sakitnya aku anggap sebagai hukuman atas keegoisanku , aku menikmatinya , karena aku ingin berjuang . Berjuang untuk semuanya ...
Entah sampai kapan aku akan bertahan dengan pertarungan batin ini .
To be continued ....
Langganan:
Komentar (Atom)